Showing posts with label Timnas Garuda. Show all posts
Showing posts with label Timnas Garuda. Show all posts

Monday, November 12, 2012

Melihat dari Dekat Timnas Indonesia Berlatih

135268151364822249


Timnas Indonesia terus melakukan persiapan guna menghadapi gelaran Piala AFF 2012 yang akan di gelar bulan November ini di Malaysia dan Thailand. Saya berkesempatan menyaksikan secara langsung latihan pasukan garuda  hari Sabtu (10/11/2012) di stadion Gelora Bung Karno.
Pada latihan tersebut pelatih Timnas Nil Maizar mencoba simulasi pertandingan dengan menurunkan seluruh skuad yang hadir di  TC tahap akhir. Walau hanya simulasi namun semua pemain tampak antusias dan serius melakoni jalanya pertandingan. Irfan Bachdim sampai harus jatuh bangun ketika sudah mendekati daerah pertahanan lawan.

Wednesday, March 7, 2012

Sebuah Asa dari Timnas Indonesia U-21


Ditengah kondisi sepak bola nasional yang  memprihatinkan, timnas  garuda muda Indonesia U-21 memberikan harapan bagi Indonesia dari dahaga gelar, walau hanya di level turnamen antar pemain-pemain muda usia 21 tahun di Asia Tenggara, prestasi mereka sungguh membanggakan.

Tuesday, November 22, 2011

Terbanglah Terus Timnas Garuda Indonesia



Kekalahan memang menyakitkan, apalagi itu terjadi di negeri sendiri, di hadapan ribuan pendukung setia Timnas Garuda Indonesia. Harapan dan asa itu terbang bebas setelah 120 menit yang membuat jantung berdegup kencang berlalu.Terbang oleh kata-kata menakutkan kalah dari keberuntungan sebuah adu pinalti. Dahaga gelar membuat semua komponen bangsa ini bersatu untuk membela dan mendukung Garuda Muda meraih mimpi itu.

Kerja keras telah di tunjukan oleh mereka, berjuang mati-matian, jatuh bangun dan tersungkur mencium tanah hanya untuk mempertahankan gawang dari kebobolan. Daya juang yang tinggi semangat pantang menyerah seperti simbol bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang ikut berjuang membela tanah air ini, bukan dengan mengangkat bambu runcing seperti pahlawan pendahulu mereka, melainkan melalui sepak bola.
Dan  malang memang tak dapat ditolak untung pun belum dapat diraih, karena dewi fortuna telah memilih sang lawang untuk menjadi juara. Tapi ingatlah kawan bukankah kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda, kami percaya itu.

Tuesday, November 15, 2011

Saya Suka Gaya Wim di Pinggir Lapangan



Mengecewakan, itulah kata-kata yang terucap oleh mungkin hampir seluruh pemirsa TV dan pecinta Timnas Garuda, setelah melihat hasil akhir pertandingan Indonesia vs Iran yang berkesudahan 1-4 buat tim tamu. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada punggawa-punggawa Timnas yang sudah berjuang mati-matian untuk setidak-tidaknya menuai hasil seri, harus diakui Timnas senior kita memang masih setingkat di bawah tim Iran.

Yang lebih mengecewakan lagi menurut saya adalah melihat sang pelatih, yang sepanjang pertandingan tidak tampak sekalipun berdiri di pinggir lapangan, memberian support, instruksi ataupun perintah yang bisa membangkitkan daya juang pemain-pemain yang sedang berada di tengah lapangan. Entahlah apakah instruksi ataupun support sang pelatih sudah habis-habisan di berikan di ruang ganti, atau memang para pemain dibiarkan saja menanggung beban mental ketika tengah di bombardir oleh pemain-pemain lawan.

Sunday, September 11, 2011

Sepenggal Cerita dari Pertandingan Timnas Indonesia Vs Bahrain

Dengan naik kendaraan umum saya berangkat dari rumah jam 10 pagi untuk membeli tiket pertandingan Pra Piala Dunia 2014 antara Indonesia melawan Bahrain. Saya putuskan berangkat pagi karena dari Harian Olahraga yang saya baca dari 80 ribu tiket yang disediakan panpel, 70 ribunya sudah terjual pada satu hari sebelum pertandingan. Sampai di stadion antrian untuk membeli tiket sudah panjang sekali karena baru satu loket yang dibuka untuk pembelian tiket baru, sementara loket penukaran bagi yang memesan tiket sebelum hari pertandingan di stadion juga tak kalah ramainya.

Selagi menikmati panjangnya antrian sambil berpanas ria, ada pemberitahuan dari beberapa suporter yang mengatakan ada loket yang sudah dibuka lagi dan belum ada antrian, saya bersama suporter lain pun berlarian menuju loket yang dimaksud jarak yang ditempuh lumayan jauh, namun demi menyaksikan langsung laga Timnas, saya dan para suporter lain rela berlarian menuju kesana, bukan untuk mendapatkan tiket gratis, tapi dengan membayar tentunya.