Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Thursday, January 22, 2026

Dokter BPJS

 

Gambar: https://drbagus.com

 

Banyak pasien yang kritis soal dokter. Tidak mau sembarang memilih dokter. Biasanya karena mampu bayar sendiri. Paling tidak punya asuransi kesehatan yang bagus. Atau punya BPJS, tapi tidak digunakan. Dokter yang dipilih adalah dokter senior. Sudah direkomendasikan oleh banyak pasienya. 

Apakah berobat dengan BPJS bisa memilih dokter?. Tentu saja bisa. Meskipun, ada dokter senior di rumah sakit yang tidak melayani pasien BPJS. Cara melihatnya bagaimana. Paling gampang searching di google. Simpel. Cari daftar nama dokter di web rumah sakit   yang dituju. Biasanya ada profile dokter yang ada di RS tersebut. Paling tidak diprofilenya muncul lulusan tahun berapa dan dari universitas mana. Kalau profilenya lengkap, bisa dilihat spesialisnya apa saja. Tahun berapa mendapatkan ijazah spesialisasi. 

Wednesday, February 5, 2025

Cara Berhenti Merokok

 

 

sumber gambar: https://id.pngtree.com/

Soal berhenti merokok, perokok itu bebal. Mau dinasehatin orang tua, istri, anak, apalagi  sahabat dan tetangga, bahkan presiden pun tidak bakal didengar. Alasanya mulut asam, apalagi kalau sesudah makan. Padahal alasan saja. Adalagi yang beralasan kepala pusing, tidak fokus dan banyak alasan lain. Yang sebenernya itu hanya pembenaran dari sendiri saja.

Thursday, February 8, 2024

Air Susu Ibu


gambar: https://www.guesehat.com/


Makanan pendamping air susu ibu, atau biasa disebut dengan MPASI, seperti bubur bayi, buah-buahan yang lunak seperti pisang, merupakan penunjang gizi anak balita. Namun sesungguhnya ASI, adalah nutrisi utama bagi balita. Saya mencoba melalukan riset sendiri. Berdasarkan pengalaman pribadi, membandingkan perilaku anak-anak di rumah. 

Anak pertama hanya mendapatkan ASI sampai usia 3 bulan. Bulan ke 4, istri saya harus mengikuti diklat dari kantornya selama satu bulan, harus menginap. Wajib ikut. Jika tidak, dianggap mengundurkan diri. Masa itu pumping belum familiar.

Selama satu bulan, anak saya lebih sering minum susu formula, dibandingkan susu ibunya. Karena cocok, keterusan, minum susu sapi yang harganya mahal itu. Sampai usia 6 tahun lebih. Anak kedua, mendapatkan ASI penuh sampai dengan usia 2 tahun. 

Saturday, December 16, 2023

Olahraga Low Impact

 

                                gambar : https://images.app.goo.gl/KjpEFetL6k3vd4d79

 

Berolahraga low impact, lebih baik daripada tidak berolahraga, benar sekali, kalau saya tiap hari, menargetkan jalan kaki minimal 8.500 langkah, dokter menyarankan 10.000 langkah, saya turuti, pasang target segitu tiap hari, tercapai, tapi kaki jadi terasa pegel-pegel, badan rasanya cepet capek, mungkin karena efek serangan penyakit saraf yang terakhir. Pun sudah minum obat rutin juga.

Sekarang diturunkan lagi, menjadi 8.500 langkah. Mengikuti saran Bang Ade Rai di youtubenya, menurut Bang Ade alangkah lebih baik, olahraga yang low impact, seperti jalan kaki itu, dibarengi olahraga otot, yang ringan-ringan saja, seperti angkat dumbbell, mulai dari yang beratnya 1 kg, 3 kg atau 5 kg, senyamannya kita saja, lebih baik sebelum melakukan olahraga-olahraga yang ringan.

Hasilnya, kata temen-temen di kantor, sekarang saya terlihat lebih segar, padahal saya masih rutin berobat jalan, di dua rumah sakit yang berbeda, Alhamdulillah masih bisa pakai BPJS. Jadi tidak pusing mikirin untuk membayar biayanya.

Coba saja jika saya tidak menggunakan BPJS. Melainkan menggunakan fasilitas umum. Berapa biaya yang harus disiapkan setiap 2 minggunya.

Dulu perokok berat, jarang olahraga, makanan juga semaunya. Sekarang mencoba hidup sehat, tiap hari minimal olahraga ringan, jaga makanan, kualitas tidur dan isitirahat. Sehat itu, nikmat Allah yang tidak terkira, jangan tunda untuk hidup sehat, mumpung masih muda. Seperti Abah Dahlan Iskan yang masih bugar, meskipun usia sudah tidak muda lagi.

Thursday, September 10, 2020

Jurus Melawan Covid 19



gambar hanya ilustrasi


Hari ini adalah hari ketiga, setelah saya melakukan tes swab covid 19 yang kedua di RS. Pelni Jakarta Barat,  pembaca budiman tentu sudah tau, hasil tes swab saya yang pertama tanggal 24 Agustus 2020, yang satu hari setelah hari kelahiran saya itu, oleh dokter, berdasarkan uji laboratorium, saya  dinyatakan reaktif positif covid 19, jika ada pembaca  yang belum tahu kisahnya bisa dibaca disini

Jika berkenan membaca, pesan saya, siapkan tisu karena ceritanya penuh dengan drama, melebihi drama korea yang sedang digandrungi remaja, setengah remaja, sampai yang bukan remaja lagi, 😊😀😅. setidaknya begitu pesan yang saya terima  melalui whatshap, teman saya mewek setelah membaca kisahnya, terima kasih banyak Ya Allah masih banyak teman-teman yang menyayangi saya.

Saya dibuat dag dig dug, karena sampai siang belum memperoleh kabar hasil tes swab kedua, rasanya masih trauma dengan hasil tes pertama, padahal semenjak pagi saya sudah meminta info, melaui nomor khusus informasi hasil tes drive thru RS. Pelni, menanyakan hasil tes saya hari senin lalu. Saya memeilih RS. Pelni karena biaya tes nya paling murah, dibandingkan dengan tempat lain, dengan metode yang sama. 

Saturday, September 5, 2020

Melawan Virus Corona


gambar hanya ilustrasi


Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke- 75 baru saja dilalui, karenanya judul perjuangan yang saya gunakan diatas, masih menggambarkan nuansa kebatinan dari true story yang saya tuliskan berikut ini. 

Hari kamis tanggal 27 Agustus 2020 sekira jam 12 malam saya terbangun dari tidur,  ada panggilan masuk di handphone istri saya, teman staf dikantor menelepon dan mengabarkan bahwa atasan saya semenjak tadi malam berusaha menghubungi  namun tidak diangkat dan dijawab, saya baru tersadar bahwa handphone dalam posisi silent selepas sholat Isya di masjid kantor, sampai di rumah jam 9 malam, lalu karena kecapean saya pun tertidur. Benar saja setelah saya cek handphone, ada beberpa panggilan masuk yang tidak terjawab termasuk dari bos saya tadi.

Tuesday, August 7, 2012

Ketika Buah Hati Terkena Demam Berdarah





Panik, cemas dan khawatir pasti yang dirasakan oleh orang tua melihat anaknya sakit. Itulah yang  harus  saya rasakan dua minggu yang lalu. Usai makan sahur, saya mendapati badan anak saya terasa panas, padahal sehari sebelumnya  masih  baik-baik saja.

Awalnya saya menduga si kecil hanya  demam biasa karena akan sakit pilek, saya pun hanya memberi obat penurun panas,  namun  tiga hari berlalu, panasnya tidak kunjung turun, kalau pun turun, beberapa jam kemudian suhu panas tubuhnya kembali naik, maka hari keempat saya memutuskan membawanya ke  rumah sakit terdekat dari rumah.