Showing posts with label PNS. Show all posts
Showing posts with label PNS. Show all posts

Thursday, January 20, 2011

Tips dan Kiat Mengikuti Tes Wawancara CPNS


Sebelumnya saya pernah menulis tentang Tips dan Kiat untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), jika tahapan tes tertulis telah dilalaui maka selamat saya ucapakan, karena sudah berhasil melalui tes dan diterima menjadi pelayan masyarakat serta pengabdi negara.

Tetapi di beberapa instansi pemerintahan baik itu pusat maupun daerah ada tahapan proses seleksi selanjutnya yang harus diikuti yaitu tes wawancara. Lantas untuk apalagi tes wawancara?, biasanya ini dilakukan untuk menilai kepribadian dari beberapa Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) yang telah lulus ujian tertulis, tentunya memilih yang terbaik dari yang terbaik.

Di tahapan terakhir ini tetaplah percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, bolehlah berbangga hati tapi jangan menjadi jumawa karena sudah menyingkirkan ribuan pelamar lainya, dan tetap harus tahan mental, karena isu suap pasti akan berhembus kencang ditahapan ini, karena banyak orang yang beranggapan bahwa tes wawancara CPNS hanyalah formalitas belaka, karena disinilah CPNS akan diminta sejumlah uang untuk menduduki formasi yang dibutuhkan.

Apel Pagi atau Coffe Morning

"Masih penting kah apel pagi kalau isinya cuma begini", Faiz temen saya memulai obrolannya pada suatu kesempatan. Sebagai seorang pegawai negeri memang ada rutinitas seremonial yang wajib diikuti di kantornya yaitu  melaksanakan apel pagi setiap hari senin. Kegiatan yang biasanya dimulai dengan menyiapkan barisan oleh pemimpin upacara, pengormatan kepada pembina upacara, pembacaan Panca Prasetya Korpri (Kode Etik Korps Pegawai Negeri Indonesia dalam Janji/Komitemen) dan inti dari kegiataan ini adalah amanat dari pembina upacara, yang biasanya diisi oleh pejabat di tempatnya bekerja.

"Lho bukankah kegiatan apel ini termasuk kegiatan yang memupuk budaya disiplin kerja di kantor pemerintah seperti tempatmu bekerja itu?", saya mulai menanggapi obrolannya. "Paling tidak dalam waktu lima hari kerja ada pencerahan dan pembinaan dari pejabat-pejabat dilingkungan mu bekerja".

Thursday, January 6, 2011

Delapan Jurus Jitu Lulus PNS


Menjadi Pelayan Masyarakat atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) memang tugas yang mulia, tentu jika niatnya benar-benar ingin mengabdi kepada masyarakat. PNS walaupun banyak yang menggunjingnya tetapi tetap saja menjadi pilihan bagi para pencari kerja bahkan yang sudah bekerja mapan sekalipun. Berdasarkan fakta yang ada ribuan calon pelamar yang mendaftar saat lowongan PNS mulai dibuka, seperti pada minggu-minggu ini ketika lowongan CPNS sudah mulai dibuka. PNS memang pekerjaan yang dibenci sekaligus di cari oleh orang. Jika berminat menjadi CPNS berikut Tips dan kiat yang bisa saya tulis dan semoga bermanfaat:

Pertama, Luruskan niat dan tekad untuk menjadi pengabdi kepada masyarakat, siapkan mental karena biasanya ketika berniat melamar menjadi CPNS akan terdengar suara-suara miring dari orang-orang disekitar, yang menyebutkan bahwa CPNS sekarang sudah tidak bersih dan banyak yang berhasil masuk dengan suap. Cara paling aman adalah jangan percaya omongan orang yang dapat menjatuhkan mental, karena berdasarkan fakta yang ada sudah banyak orang yang berhasil masuk CPNS dengan jujur tanpa mengeluarkan uang sepeserpun dengan kerja keras dan belajar sungguh-sungguh, tapi ada juga sebagian orang yang tertipu oleh calo-calo yang tidak bertanggung jawab hanya mengaku-ngaku bisa membuat lulus CPNS, tetapi hasilnya mengecewakan.

Nasib Seorang Pelayan Masyarakat


"Gajinya belum bisa keluar bulan ini mas, karena masih di urus di KPPN", demikian penjelesan dari Ana rekan satu angkatan Faiz teman saya yang hijrah ke kantor di daerah sebagai konsekuensi dari tugas seorang pelayan masyarakat yang mau tak mau, siap tak siap, harus bersedia jika di tempatkan di daerah, terpencil sekalipun. Toh itu sesuai dengan surat pernyataan yang pernah dia buat ketika melengkapi berkas persyaratan mendaftar, ada butir yang menyebutkan bahwa dia siap ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Bingung, ya bingung, sebagai pegawai baru dengan golongan III/a, yang ganjinya tidak sebesar Gayus pegawai dirjen pajak itu, walupun golongannya sama, dan menghidupi seorang istri dengan satu anak yang sedang lucu-lucunya, berita ini cukup membuatnya shock. Karena tabungannya yang sedikit, hasil dari bekerja di perusahaan swasta sudah habis terkuras, sementara kebutuhan hidup harus tetap dicukupi. Namun dia tetap yakin dan optimis bahwa rezeki itu bisa datang dari mana saja.