Kurang lebih dua tahun yang lalu, karena ada pekerjaan dari kantor, istriku harus berangkat ke luar kota selama kurang lebih lima hari. Sedangkan aku harus pulang ke daerah di tempatku bekerja sekarang. Perasaan bingung dan cemas pun datang melanda, tidak mungkin anak ku Falih yang masih berusia 1,7 tahun ditinggal sendiri bersamababy sitter yang biasa mengasuhnya di Jakarta.
Akhirnya muncul ide di kepala kenapa tidak kubawa serta saja ke daerah tempatku bekerja, yang memang kota kelahiranku juga, hitung-hitung sekalian mengajak anak ku liburan di kampung halaman neneknya. Setelah berdiskusi dengan istri, akhirnya kami sepakat, Falih ikut papa nya pulang ke daerah, bersama baby sitter yang biasa mengasuhnya.
Menikmati musim liburan memang identik dengan tempat-tempat wisata, baik yang sudah bersifat modern ataupun yang masih tradisional, jika kita punya banyak waktu dan dana, mungkin tidaklah menjadi masalah. Tetapi untuk yang tidak memiliki banyak waktu dan dana yang terbatas mungkin liburan di kampung bisa di jadikan sebagai alternatif.
Perjalanan ke kampung halaman ku membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh jam dari Jakarta jika ditempuh dengan jalur darat dengan waktu normal sampai dikota ibukota propinsi, ditambah 45 menit untuk sampai di kampung halaman. Perjalanan yang melelahkan, tapi semuanya akan terbayar setelah sampai disana, walaupun kampungku biasa saja seperti kampung pada umumnya, tapi tetap saja ada rindu yang datang setiap waktu jika mengingatnya.
Hamparan sawah yang terbentang luas, kicau burung di pepohonan, udara segar yang masuk ke rongga dada, setelah sekian lama bergelut dengan debu dan polusi di kota besar seperti Jakarta, menjadi awal indahnya berlibur di kampung halaman. Belum lagi keramahan penduduknya, buah-buahan yang bisa dipetik lansung dari pohonnya, makanan dan jajanan khas kampung yang semuanya masih alami.
Mengenalkan langsung kepada anak hewan-hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, bebek, angsa dan lainya yang jika di Jakarta hanya biasa di lihatnya di televisi, atau tontonan anak-anak sepertu Upin dan Ipin, Dora dan lain sebagainya. Menjadi kenikmatan tersendiri melihat anak berinteraksi langsung dengan hewan-hewan ternak tersebut, dalam hatinya pasti dia akan berkata oh ini yang namanya sapi, kambing, ayam dan seterusnya.
Selain itu anak juga bisa bermain sesukanya dihalaman rumah yang luas, tanpa harus merasa cemas karena ada kendaraan yang hilir mudik, bermain pasir, memberi makan ayam, bermain bola, berkotor-kotor ria dengan tanah, dan bermain lumpur di tengah sawah. Semua pengalaman liburan ini bisa dinikmati gratis di kampung.
Jika ingin berwisata tentu harus siap untuk menyisihkan uang supaya keinginan itu bisa terwujud, karena biaya transportasi dan akomodasi yang harus dikeluarkan. Tapi itu tidak berlaku untuk liburan ku bersama anak kali ini, karena aku cukup menyiapkan ongkos pulang pergi ke kampung, tanpa harus mengeluarkan biaya penginapan, cukuplah menginap di rumah orang tua, berapa uang yang bisa di hemat dari sini. Hanya dengan membawa oleh-oleh buah tangan sekedarnya, pasti akan di terima dan dijamu dengan luar biasa oleh keluarga. Bukankah keluarga kita di kampung sana selalu merindukan kehadiran keluarga jauh juga, yang biasanya jarang sekali bertemu.
Liburan di kampung bukan berarti tidak mengasilkan manfaat apa-apa, melainkan banyak manfaat yang akan di dapatkan, mempererat silaturahmi, mengenalkan anak kepada kampung halaman orang tuanya, mendekatkan anak kepada kerabatnya seperti nenek, uwa, paman, kakak dan adek sepupu serta kerabat yang lainya.
Selain itu mengenalkan anak kepada dunia yang hanya bisa dilihatnya di televisi, seperti hewan ternak, buah-buahan, sawah dan lain sebagainya. Menanamkan kecintaan kepada anak akan kampung halaman, sehingga jika suatu saat nanti menjadi orang yang berhasil di kota, tidak peranah lupa akan kampung halamannya.
Tak terasa lima hari berlalu sudah, liburan saai itu menjadi pengalaman berharga untuk anakku, mungkin karena terlalu asik sampai-sampai dia tidak pernah rewel dan menangis mencari ibunya yang sedang dinas di luar kota. Rasanya ingin lebih berlama-lama menikmati liburan si buah hati di kampung halaman, tapi sang bunda pun sudah rindu bertemu anaknya. Semoga kelak jika ia menjadi orang sukses, ia tidak akan pernah lupa dengan keluarga dan kampung halamannya.

No comments:
Post a Comment