Tuesday, April 17, 2012

Bermain Sambil Belajar di Kidzania


Berawal dari rayuan kemenakan saya, yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar, pada suatu kesempatan di hari libur akhir pekan, Ia  meminta  saya  mengantarkanya ke tempat bermain anak-anak di  Pasifik Place, Jakarta Selatan, menurut gurunya di sekolah, tempat ini disarankan untuk dikunjungi, sebagai tempat untuk bermain sambil belajar.


Seperti berada di sebuah kota kecil nan ramai, dan penduduknya  terdiri dari bermacam profesi orang dewasa namun di perankan oleh anak-anak di kota tersebut. Layaknya sebuah kota yang sesungguhnya, disana juga terdapat hotel, rumah sakit, super market, alat  transportasi umum, salon, tempat berolahraga, kantor pajak, bank, kantor polisi, kawasan industri, terdapat juga bioskop, restoran, kampus dan masih banyak yang lainnya.

Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali masuk kedalam wahana permainan Kidzania yang dimaksud oleh kemeneakan saya tersebut.  Dengan konsep edutaiment, bermain sambil belajar untuk anak-anak usia dua sampai dengan enam belas tahun, Kidzania merupakan sebuah wahana permainan dengan konsep yang berbeda dari yang lain, karena sambil bermain, anak-anak dapat belajar bekerja, mencoba berbagai profesi pekerjaan yang di kerjakan oleh orang dewasa. Berbagai profesi bisa dipilih oleh anak-anak, seperti dokter, perawat,  pilot, pramugari,  pengacara, petugas pemadam kebakaran, penjaga toko, penjaga pom bensin,  wartawan, pembersih kaca gedung, aktris/aktor dan masih banyak profesi lainya.

Saya jadi teringat puluhan tahun lalu, saat masa kanak-kanak, sebagai anak yang lahir di desa,  tentu saya tidak bisa menemukan wahana permainan seperti ini dan rasanya memang belum ada. Tetapi yang saya ingat ketika kanak-kanak dulu, saya bersama temen-teman sebaya bermain konsep peran orang dewasa dengan bermain "kerajaan", kami membangun terowongan di semak belukar yang masih rindang, membuat rumah-rumahan untuk membangun kerajaan, ada anak yang berperan sebagai raja, lalu yang lain menjadi patih, panglima, parajurit dan rakyat biasa,  juga berpura-pura melakukan jual beli barang. Untuk  transaksi jual beli, kami menggunakan daun sebagai pengganti mata uang. Biasanya kami membagi dua kelompok, yang kemudian  saling berperang, dan permainan akan berakhir ketika salah satu dari kelompok tersebut di kuasai oleh kelompaok lainnya.

Berbeda dengan cerita  "kerajaan" yang saya mainkan pada waktu kecil tersebut, Kidzania tentu lebih terlihat modern, karena fasilitas dan profesi yang ada, di sesuaikan dengan kondisi terkini.  Mata uang yang di gunakan pun sudah menggunakan kertas, yang diberi nama Kidzos, dilengkapi dengan fasilitas ATM, dan tempat menabung berupa bank. Uang kidzos tersebutlah yang berlaku untuk membeli barang di supermarket atau membeli jasa seperti menyewa mobil taksi di kota Kidzania.

Jika sewaktu kecil ketika ditanya apa cita-cita saya setelah besar nanti, saya hanya bisa menjawab dan membayangkan pekerjaan yang saya cita-citakan tersebut. Namun di Kidzania anak-anak bisa langsung belajar pekerjaan apa yang akan di lakukan sesuai dengan cita-citanya, walaupun tidak persis sama dengan kondisi yang nyata.

Sebelum memasuki arena permainan, anak-anak di bekali cek senilai lima puluh Kidzos yang harus ditukarkan dengan uang kidzos di bank yang tersedia untuk dapat membeli barang atau jasa di area Kidzania. Anak-anak bisa menambah  Kidzos yang dimilikinya dengan bekerja di paviliun dengan berbagai macam profesi yang ada, misalnya ada paviliun berupa toko roti, maka anak-anak bisa bekerja menjadi pembuat roti, dengan terlebih dahulu diberikan semacam pelatihan oleh instruksur toko dan jika sudah menyelesaikan pekerjaannya, mendapatkan imbalan atau upah berupa kidzos dari toko roti tersebut.

Banyak paviliun lain yang pasti menarik minat anak-anak untuk mencobanya, seperti simulator pesawat terbang, disini anak-anak bisa mencoba profesi sebagai pilot atau pramugari, studio tv, stasiun radio atau mencoba berbagai macam profesi di dunia infotaimnet seperti model, pemain teater, pesulap yang di sediakan tempat untuk menunjukan kebolehanya dan bisa disaksikan oleh pengunjung. Orang tua yang mendampingi tidak di perkenan masuk kedalam paviliun, namun mereka dapat mengawasi dan melihat apa yang sedang di kerjakan oleh anak-anaknya dari luar karena paviliun berdidinding kaca transparan.

Wahana permainan ini bisa dijadikan alternatif untuk mengisi liburan akhir pekan anda bersama buah hati tercinta. Dengan konsep bermain sambil belajar, mereka akan memperoleh pengalaman yang  berbeda. Namun tiket masuk Kidzania lumayan mahal, di hari libur satu tiket dihargai seratus lima belas ribu rupiah  dengan durasi lima jam,  orang tua yang mendampingi pun dikenakan biaya masuk sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah, tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar dengan pemeriksaan yang ketat dan tidak banyak wahana permainan yang bisa diikuti oleh anak-anak yang masih berusia dibawah empat tahun. Tersedia lounge bagi orang tua yang mendampingi dan musola untuk tempat beribadah. Untuk memberikan pengalaman baru kepada buah hati tercinta, Kidzania terekomendasi untuk dicoba. Selamat mencoba.




No comments:

Post a Comment