Panik, cemas dan khawatir pasti
yang dirasakan oleh orang tua melihat anaknya sakit. Itulah yang harus saya rasakan dua minggu yang lalu. Usai makan
sahur, saya mendapati badan anak saya terasa panas, padahal sehari sebelumnya masih baik-baik saja.
Awalnya saya menduga si kecil
hanya demam biasa karena akan sakit
pilek, saya pun hanya memberi obat penurun panas, namun
tiga hari berlalu, panasnya tidak kunjung turun, kalau pun turun,
beberapa jam kemudian suhu panas tubuhnya kembali naik, maka hari keempat saya memutuskan membawanya ke rumah sakit
terdekat dari rumah.
Mengetahui keluhan kami, dokter langsung menyarankan untuk melakukan tes darah, hasilnya membuat saya langsung lemas. Trombosit si
kecil sudah turun sampai dengan 117 padahal ambang batas normal minimal adalah
150.
Dokter pun menyarankan
kepada saya untuk dilakukan tindakan rawat inap, karena menurut diagnosanya
anak saya terkena gejala demam berdarah, saya dan istri menyetujui untuk tindakan
rawat inap tersebut.
Walaupun harus menitikan air mata
melihat sang buah hati, menangis ketakutkan ketika suster memasang alat infus
di tangannya. Berkali-kali dia meminta agar alat penambah nutrisi tubuh itu
dilepas, namun demi ihtiar untuk kesembuhannya kami pun berjuang membujuk dan merayu
agar infus tidak dilepas oleh anak saya.
Hari itu benar-benar menjadi
ujian buat saya yang sedang melaksankan ibadah puasa, walau sudah lebih tenang,
tetapi anak saya masih demam tinggi dan tidak mau makan, beruntung dia masih mau minum susu dan air
putih, walaupun porsinya jauh berkurang dibandingkan jika kondisinya sedang
sehat.
Hari kedua kami mendapat kabar
positif, dari hasil tes darah, trombosit anak saya naik menjadi 126 dan sudah
bisa pub, meski masih belum mau menyentuh makanan dan muncul radang tenggorokan
serta demam yang masih naik turun sampai sore hari.
Malam hari ke tiga, si kecil
terlihat lebih tenang dan tidur dengan nyenyak karena demamnya sudah tidak
terasa lagi sampai pagi. Bahkan ketika dokter berkunjung, ia membolehkan kami
pulang jika hasil tes darah besok, trombositnya bisa kembali naik.
Namun mungkin itulah yang disebut
fase kritis siklus demam berdarah, hasil tes darah di hari ketiga ternyata
trombosit darah anak saya kembali turun menjadi 123, maka dokter pun belum memperbolahkan
kami untuk pulang, walau demamnya sudah lebih stabil.
Malam hari keempat, kondisi sudah
terlihat lebih baik, anak saya sudah mau bermain dan minum vitamin seperti
biasa, sampai keesokan harinya saya mendapat kabar baik, trombositnya sudah naik drastis menjadi 269,
karena kondisinya yang dianggap sudah lebih baik oleh dokter kami pun dijinkan
untuk pulang dan check up minggu depannya.
Sakit memang tidak bisa kita
tolak kedatangnya namun agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa
kita maupun orang yang kita sayangi tindakan pencegahan memang sangat
dianjurkan. Menjaga kebersihan di lingkungan rumah dan jangan menganggap remeh jika
ada nyamuk di rumah kita. Karena hewan inilah penular penyakit demam berdarah
yang paling berbahaya.
Kita tidak pernah berharap demam
berdarah menimpa orang-orang yang kita sayangi,
tetapi jika musibah itu menimpa, sedikit tips yang bisa saya berikan,
Jika si kecil mengalami demam
dengan disertai batuk atau pilek berikanlah obat penurun panas biasa yang banyak terdapat di
toko obat atapun apotik, bisa juga menggunkan obat-obat tradisonal seperti
bawang merah dicampur menyak telon diusapkan dikepala dan seluruh badan atau
kunyit yang ditumbuk halus diambil airnya dan dicampur dengan madu lalu
diminumkan, tetapi jika demanya tidak juga turun atau masih naik turun sampai
hari ketiga, jangan ragu-ragu untuk membawanya ke dokter atau rumah sakit,
supaya mendapatkan diagnosa yang lebih cepat dan tepat.
Selalu waspada, karena gejala
demam berdarah seringkali menipu, biasanya disertai dengan gejala sakit
lain seperti demam, pilek, batuk, tipes
dan radang tenggorokan. Sebisa mungkin anak kita memperbanyak meminum air putih dan minuman yang dapat membantu menaikan
trombositnya seperti sari kurma demi menjaga kondisi cairan di dalam tubuh.
Saya sendiri sempat kesulitan, karena masih anak-anak sehingga belum mengerti apa yang harus dilakukan jika terkena gejala
demam berdarah, ditambah lagi tidak mau makan.
Tindakan saya adalah memberinya susu dan air putih sesering mungkin, meminumkan vitamin dan minuman kemasan yang dia suka seperti teh kotak atapun
teh botol. Menurut dokter itu membantu menjaga kondisi cairan tubuh si kecil.
Untuk menghindari rasa jenuh dan bosan si kecil, bawalah mainan secukupnya, kaset film anak-anak kesukaannya yang bisa di putar di laptop, sehingga bisa membantu melupakan sakit yang mungkin sedang di rasakan oleh si kecil.
Jika ingin mengajukan klaim
pembayaran asuransi, sebelum pulang, mintalah surat keterangan rawat inap atau
surat keterangan emergency dari UGD rumah sakit tempat dirawat, rekam medis,
hasil tes laboratorium dan kwuitansi bermeterai yang dilampirkan dengan
tindakan medis yang telah dilakukan.

No comments:
Post a Comment