Tuesday, August 7, 2012

Ketika Buah Hati Terkena Demam Berdarah





Panik, cemas dan khawatir pasti yang dirasakan oleh orang tua melihat anaknya sakit. Itulah yang  harus  saya rasakan dua minggu yang lalu. Usai makan sahur, saya mendapati badan anak saya terasa panas, padahal sehari sebelumnya  masih  baik-baik saja.

Awalnya saya menduga si kecil hanya  demam biasa karena akan sakit pilek, saya pun hanya memberi obat penurun panas,  namun  tiga hari berlalu, panasnya tidak kunjung turun, kalau pun turun, beberapa jam kemudian suhu panas tubuhnya kembali naik, maka hari keempat saya memutuskan membawanya ke  rumah sakit terdekat dari rumah.


Mengetahui keluhan kami, dokter langsung  menyarankan  untuk melakukan tes darah,  hasilnya membuat saya langsung lemas. Trombosit si kecil sudah turun sampai dengan 117 padahal ambang batas normal minimal adalah 150.

Dokter pun  menyarankan kepada saya untuk dilakukan tindakan rawat inap, karena menurut diagnosanya anak saya terkena gejala demam berdarah, saya dan istri  menyetujui untuk tindakan rawat inap tersebut.

Walaupun harus menitikan air mata melihat sang buah hati, menangis ketakutkan ketika suster memasang alat infus di tangannya. Berkali-kali dia meminta agar alat penambah nutrisi tubuh itu dilepas, namun demi ihtiar untuk kesembuhannya kami pun berjuang membujuk dan merayu agar infus tidak dilepas oleh anak saya.

Hari itu benar-benar menjadi ujian buat saya yang sedang melaksankan ibadah puasa, walau sudah lebih tenang, tetapi anak saya masih demam tinggi dan tidak mau makan,  beruntung dia masih mau minum susu dan air putih, walaupun porsinya jauh berkurang dibandingkan jika kondisinya sedang sehat.

Hari kedua kami mendapat kabar positif, dari hasil tes darah, trombosit anak saya naik menjadi 126 dan sudah bisa pub, meski masih belum mau menyentuh makanan dan muncul radang tenggorokan serta demam yang masih naik turun sampai sore hari.

Malam hari ke tiga, si kecil terlihat lebih tenang dan tidur dengan nyenyak karena demamnya sudah tidak terasa lagi sampai pagi. Bahkan ketika dokter berkunjung, ia membolehkan kami pulang jika hasil tes darah  besok,  trombositnya bisa kembali naik.

Namun mungkin itulah yang disebut fase kritis siklus demam berdarah, hasil tes darah di hari ketiga ternyata trombosit darah anak saya kembali turun menjadi 123, maka dokter pun belum memperbolahkan kami untuk pulang, walau demamnya sudah lebih stabil.

Malam hari keempat, kondisi sudah terlihat lebih baik, anak saya sudah mau bermain dan minum vitamin seperti biasa, sampai keesokan harinya saya mendapat kabar baik, trombositnya sudah naik drastis  menjadi 269, karena kondisinya yang dianggap sudah lebih baik oleh dokter kami pun dijinkan untuk pulang dan check up minggu depannya.

Sakit memang tidak bisa kita tolak kedatangnya namun agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa kita maupun orang yang kita sayangi tindakan pencegahan memang sangat dianjurkan. Menjaga kebersihan di lingkungan rumah dan jangan menganggap remeh jika ada nyamuk di rumah kita. Karena hewan inilah penular penyakit demam berdarah yang paling berbahaya.

Kita tidak pernah berharap demam berdarah menimpa orang-orang yang kita sayangi,  tetapi jika musibah itu menimpa, sedikit tips yang bisa saya berikan,

Jika si kecil mengalami demam dengan disertai batuk atau pilek berikanlah obat  penurun panas biasa yang banyak terdapat di toko obat atapun apotik, bisa juga menggunkan obat-obat tradisonal seperti bawang merah dicampur menyak telon diusapkan dikepala dan seluruh badan atau kunyit yang ditumbuk halus diambil airnya dan dicampur dengan madu lalu diminumkan, tetapi jika demanya tidak juga turun atau masih naik turun sampai hari ketiga, jangan ragu-ragu untuk membawanya ke dokter atau rumah sakit, supaya mendapatkan diagnosa yang lebih cepat dan tepat.

Selalu waspada, karena gejala demam berdarah seringkali menipu,  biasanya disertai dengan gejala sakit lain seperti demam, pilek,  batuk, tipes dan radang tenggorokan. Sebisa mungkin anak kita memperbanyak  meminum air putih dan minuman yang dapat membantu menaikan trombositnya seperti sari kurma demi menjaga kondisi cairan di dalam tubuh.

Saya sendiri sempat kesulitan, karena masih anak-anak sehingga  belum mengerti apa yang harus dilakukan jika terkena gejala demam berdarah,  ditambah lagi tidak mau makan. Tindakan saya adalah memberinya susu dan air putih sesering mungkin, meminumkan vitamin dan minuman kemasan yang dia suka seperti teh kotak atapun teh botol. Menurut dokter itu membantu menjaga kondisi cairan tubuh si kecil.

Untuk menghindari rasa jenuh dan bosan si kecil, bawalah mainan secukupnya, kaset film anak-anak kesukaannya yang bisa di putar di laptop, sehingga bisa membantu melupakan sakit yang mungkin sedang di rasakan oleh si kecil.

Jika ingin mengajukan klaim pembayaran asuransi, sebelum pulang,  mintalah surat keterangan rawat inap atau surat keterangan emergency dari UGD rumah sakit tempat dirawat, rekam medis, hasil tes laboratorium dan kwuitansi bermeterai yang dilampirkan dengan tindakan medis yang telah dilakukan.

Sakit memang bisa datang kapan saja namun lebih baik menjaga dari pada mengobati. 

No comments:

Post a Comment