Banjarmasin
adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan, kota yang dijuluki dengan nama kota
seribu sungai ini sudah dua kali saya kunjungi dan saya tidak pernah bosan
untuk berkunjung lagi, tentu jika ada kesempatan dan tugas. Ada mitos disini, ketika seseorang minum air dari aliran sungai di Kalimantan, maka ia akan kembali dan kembali lagi. Percaya tidak percaya nyatanya saya sudah
dua kali ke Banjarmasin.
Saya
punya pengalaman menarik di kota ini, mengunjungi pasar terapung Lok Baitan di sungai
Martapura. Pasar terapung memang sudah menjadi tradisi yang menjadi kearifan
lokal. Cara berdagang yang unik untuk masyarakat Banjar, yakni jual beli barang
di atas sampan, bahkan konon masih berlaku sistem barter, wow tradisi leluhur
yang tidak ditinggalkan oleh masyarakat.
Saya
harus bangun pagi pagi supaya bisa ke pasar terapung. Jam 4 pagi saya sudah
siap di lobby hotel, teman saya Ahung, sudah dalam perjalanan, sebelumnya saya
meminta dia untuk mengantarkan saya kesana. Lalu kami pun berangkat menuju semacam
“dermaga” kecil, tempat kami naik klotok sejenis perahu kecil yang bermesin menuju Lok Baitan, ditengah perjalanan kami singgah sebentar untuk sholat shubuh.
Hari
masih gelap gulita, ketika klotok yang kami tumpangi mulai menyusuri sungai Martapura, hanya kami berempat, saya, ahung dan istrinya serta pemilik klotok,
padahal bisa membawa sekitar 20 penumpang, berasa jadi juragan minyak di atas
klotok hehe..
Setelah
menempuh waktu kurang lebih 30 menit, saya mulai disajikan pemandangan yang luar
biasa, sampan sampan kecil yang berisi barang dagangan seperti sayur sayuran,
buah buahan, makanan tradisional dan lain lain milik para pedagang di Lok
Baitan mulai bermunculan, sebagian besar sudah berkumpul sebelum saya datang,
jika dihitung mungkin lebih dari 50 sampan.
Perahu yang saya tumpangi langsung dikerumuni
oleh sampan sampan kecil pedagang tadi, menawarkan berbagai barang yang
mereka jual. Setelah saya amati kebanyakan pedagangnya adalah wanita, saya pun mencoba makanan dan buah yang mereka tawarkan
sebelum membelinya.
Matahari
semakin tinggi, terlihat perahu lain yang berisi wistawan sudah ramai di Lok
Baitan, mereka pun dikerumuni sampan-sampan kecil.
Karena hari semakin terang dan panas mulai menyengat kulit, akhirnya kami kembali ke dermaga kecil di tempat kami memarkirkan kendaraan, puas rasanya
hati bisa menyaksikan dan mengalami langsung jual beli di pasar terapung,
pengalaman yang tak akan terlupakan.
Sesampainya di dermaga, saya mencicipi kuliner khas kota ini, soto banjar yang rasanya nikmat sekali,
dengan porsi yang besar, ada tambahan sate ayam kampung, menjadi lebih maknyus.
Pagi ini sudah cukup, karena sebelum siang sampai malam saya harus menyelesaian
pekerjaan saya di kota ini. Masih banyak cerita lain tentang wisata kuliner,
hemmmm.. rasanya lain kali saja diceritakan.
Buat
anda yang punya rencana berkunjung ke kota Banjarmasin, jangan sampai
dilewatkan singgah di Pasar Terapung Lok Baitan, lalu rasakan nikmatnya soto
Banjar yang ada di dermaganya, dijamin pasti ketagihan dan ingin kembali lagi...



No comments:
Post a Comment