gambar: https://ottencoffee.co.id/
Sebagai mantan jamaah ududiyah, istilah bagi perokok berat, saya adalah juga penggemar berat kopi. Sehari minimal tiga gelas, bahkan bisa lebih. Karena sudah berhenti dan keluar dari jamaah ududiyah, maka aktifitas ngopi pun ikut berhenti. Apa enaknya ngopi tanpa ngudud?
Dahulu, aktifitas ini seperti menjadi rutinitas.Yang harus dijalani setiap pagi. Bahkan sewaktu-waktu, ketika hasrat itu datang. Selama menjadi jamaah ududiyah, kopi yang paling sering menjadi pilihan adalah kopi asli, seperti kopi Lampung, Aceh, Toraja, Sidikalang atau kopi-kopi jenis yang lain. Tidak jarang juga kopi sachetan, meskipun bukan merk kapal api. Dulunya tidak terlalu suka, karena rasanya tidak sepekat kopi yang biasa diminum. Seperti ada campuran lain di dalamnya.
