gambar: https://dindukcapil.jogjakota.go.id/
Beberapa bulan lalu muncul modus penipuan baru, berkedok aktivasi Identifikasi Kependudukan Digital (IKD). Sahabat saya pun menjadi korban penipuan online tersebut. Modusnya pelaku menghubungi korban melalui telepon. Mengaku pegawai dukcapil. Akan melakukan verifikasi KTP elektronik. Kebetulan sebelumnya korban memang mencari informasi terkait pembuatan KTP elektronik. Bertanya kepada pergawai kelurahan.
Kepada korban si penipu meminta untuk melakukan instalasi aplikasi IKD, yang diunduh melalui play store. Korban pun mengikuti arahan penipu, termasuk ketika diminta beberapa data.
Pada saat aplikasi sedang proses verifikasi, tiba-tiba hp nya hang. Dilayar hanya muncul tampilan proses apikasi. Bebarapa menit kemudian, muncul notifikasi melalui emailnya dilaptop, yang kebetulan sedang dibuka. Ada transfer dana melalui rekekning bank nya. Nilainya ratusan juta. Uang pinjaman ke bank.
Sedangkan dia tidak melakukan transaksi perbankan apa pun. Korban pun tersadar dan segera menelpon customer service bank tersebut, meminta memblokir nomor rekening penerima tranfer. Namun dijawab oleh cs tidak bisa, harus ada surat perintah dari APH. Hanya dalam hitungan detik, uang direkeningnya pun terkuras. Sementara hp masih dalam proses verifikasi data yang tidak kunjung selesai.
Sahabat saya pun melapor ke kepolisian. Selesai laporan dibuat, dicek rekening penerima sudah kosong. Beberapa minggu Ia dibuat repot, bolak balik ke kantor polisi. Mengurus kasusnya. Karena tidak ada perkembangan, akhirnya laporanya pun dicabut.
Pada saat saya mengurus IKD di kantor kelurahan, petugas kelurahan menegaskan, bahwa verikasi IKD hanya bisa dilakukan langsung dikantor kelurahan atau dukcapil setempat. Tidak pernah ada petugas yang melakukan verifikasi atau apa pun melalui telepon.
Bahkan sekedar mengganti password login ke aplikasi IKD. Jika ada penelpon yang mengaku sebagai pegawai dukcapil yang akan melakukan verifikasi data IKD, bisa dipastikan itu adalah penipuan.

No comments:
Post a Comment