Ini bukan kisah Romeo dan Juliet . Perih menerima kenyatan sebuah penghianatan, cinta terlarang.
Maya, sembilan tahun aku menjalin kasih denganmu, kupertaruhkan kesetiaanku. Banting
tulang di negeri orang kulakukan, memenuhi janjiku, suatu hari nanti
kita akan bersanding di pelaminan, bersama sehidup semati.
Cincin perkawinan telah
kusiapkan sebagai kejutan di hari kepulanganku, karena cintaku terlalu
dalam padamu, bahkan sampai detik terakhir, saat kutemukan dirimu sedang bercumbu dengan lelaki itu,
“Jangan Hans..!!”
“Sadarlah mas, dia ayahmu”,
“Sadarlah mas, dia ayahmu”,
Dorrr..Dorrr..Dorrr.. letusan senapan menyalak.
Itulah
kata terakhir yang kudengar, setelah semua serapah berakhir dan
kurasakan sakit di kepalaku. Senyap, hanya tiga sosok mayat, menjadi
saksi bisu.
******
No comments:
Post a Comment