Momen liburan akhir tahun memang selalu
menarik untuk ditunggu, karena aktifitas dan kesibukan kerja membuat
kita jarang berkumpul dan berlibur bersama keluarga jika di hari-hari
biasa. Pada tahun ini liburan natal dan tahun baru berdekatan harinya
dengan libur kerja, sehingga waktu untuk bersama keluarga terasa lebih
lama.
Berbagai tempat rekreasi menjadi tujuan
yang dicari guna melepaskan penat dengan rutinitas. Snowbay saya anggap
menjadi tempat yang pas untuk mengawali liburan bersama keluarga. Wahana
yang berada di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini memang
membuat saya tak bosan-bosan mengunjunginya. Promo buy one get one free
yang berakhir sampai akhir tahun ini, sangat membantu saya yang membawa
rombongan dalam jumlah besar.
Anak-anak bisa bermain air sepuasnya
dalam kolam spa, air mancur, kolam ombak atau aneka kolam air lainya
yang memang diperuntukkan untuk usia mereka. Sementara saya bisa mencoba
adrenalin dengan berseluncur dalam tabung raksasa dan merasakan sensasi
dijatuhkan dari ketinggian. Suasana hari libur terasa sekali di wahana
ini, pengunjung membludak membuat saya dan keluarga kesulitan untuk
sekedar mencari tempat untuk meletakan barang-barang bawaan, seluruh
pondokan penuh, bahkan hampir semua tempat di area snowbay juga terisi
penuh oleh pengunjung. Jika ingin mengetahui tentang wahana yang ada di
snowbay bisa dilihat disini.
Bandung kota kembang menjadi tujuan
liburan selanjutnya. Sebenarnya sudah diprediksi ramainya kota ini di
hari libur, tetapi karena ini menjadi pilihan keluarga akhirnya saya
ikut saja. Beruntung sepanjang perjalanan menuju kota Bandung, jalan
yang dilewati relatif lancar, yang dikhawatirkan adalah macet. Tiga jam
saya rasa adalah waktu yang normal untuk mencapai Bandung, Cibaduyut
menjadi tujuan pertama, sudah barang tentu berbelanja barang murah
dengan kualitas yang lumayan menjadi pilihan.
Puas berbelanja aneka pakaian, tas,
sepatu kulit khas Cibaduyut perjalanan pun dilanjutkan, Kawah Ratu dan
tempat pemadian air panas Ciater di daerah Lembang menjadi tujuan
selanjutnya. Namun perjuangan menuju ke sana tidaklah mudah, berawal
dari kesalahan penunjuk jalan, ketika keluar dari pintu tol pasteure
kami harus berputar-putar terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapat
petunjuk arah yang benar melalui jalan setiabudi menuju Lembang.
Macet parah adalah kendala selanjutnya,
jalan yang sempit dan menanjak, tidak sebanding dengan jumlah kendaraan
yang seakan tumpah ruah di jalan tersebut. Benar-benar membutuhkan
kesabaran ekstra karena kendaraan yang saya bawa harus merayap, diantara
tanjakan dan tikungan tajam.
Sampai di Lembang arus kemacetan sedikit
terurai, tetapi konsentrasi tetap harus terjaga mengingat kondisi jalan
di daerah pegunungan. Lelah dan letih yang melanda pun terobati ketika
saya mulai mendekati daerah kawah ratu atau gunung tangkuban perahu.
Hamparan Hutan Pinus di sepanjang sisi jalan yang saya lalui, membuat
tenggorokan ini serasa mendapat ribuan klorofil segar, pemandangan yang
sulit didapatkan di tempat lain.
Semakin takjub dengan kebesaran yang
Maha Kuasa sang Pencipta Alam ketika saya sampai di puncak Tangkuban
Perahu atau lebih dikenal dengan sebutan Kawah Ratu dengan sejuta
pesonanya. Hawa dingin yang terasa tak membuat kami surut untuk
menikmati keindahan tempat ini. Tiket masuk tergolong cukup murah, hanya
di patok sebesar tiga belas ribu rupiah per orang dan tambahan sepuluh
ribu untuk satu kendaraan.
Ditemani mas Wahyu petugas keamanan
sekaligus merangkap sebagai pemandu wisata, kami mendapatkan penjelasan
yang cukup memadai mengenai sejarah juga dongeng asal usul terjadinya
tempat ini. Menurut cerita dongeng, Gunung Tangkuban Perahu terjadi
karena Sangkuriang marah dan menendang perahu yang ia buat sebagai
syarat agar dapat menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibunya
sendiri. Entah benar atau tidak itulah cerita yang selama ini kita
dengar. Banyak spot yang menarik untuk mengambil gambar karena itu
berphoto guna mengabadikan momen ketika berada ditempat ini pun tidak
terlewatkan.
Waktu sudah semakin sore namun masih
banyak pengunjung baik itu wisatawan lokal maupun asing yang enggan
beranjak menikmati keindahan kawah ratu, para pedagang pun tak henti
menawarkan syal, jaket penghangat dan topi pengusir dingin juga pernak
pernik cinderamata. Sampai akhirnya petugas menghimbau para pengunjung
untuk segera meninggalkan kawah ratu, karena objek wisata ini ditutup
pada pukul lima sore, so jika anda ingin mencoba berwisata di daerah ini
harus berangkat pagi agar bisa lebih lama menikmati keindahan kawah dan
alam di puncak gunung tangkuban perahu.
Tidak jauh dari Kawah Ratu berjarak
kurang lebih enam kilo meter, tempat pemandian air panas Ciater menjadi
tujuan akhir yang kami kunjungi. Malam telah tiba namun objek wisata ini
masih ramai dipenuhi oleh pengunjung, karena memang dibuka dua puluh
empat jam. Untuk masuk ke area ini pengunjung harus membeli tiket
seharga sembilan belas ribu rupiah per orang.
Sepanjang area parkir kendaraan,
berderet kios-kios pedagang yang menjual aneka oleh-oleh khas tempat
ini. Lokasi wisata ini cukup luas, kolam-kolam pemandian air panas
tertapa rapi, dengan batu-batu kali kecil di dasar kolam dan dangkal,
kedalamnya tidak sampai lutut kaki orang dewasa. Konon air panas yang
terdapat didaerah ini dapat menghilangkan berbagai macam penyakit kulit.
Saya pun berendam menikmati air hangat asli dari alam, melepaskan
lelahnya perjalanan.
Usai berbilas, badan pun terasa kembali
segar dan siap untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta setelah
terlebih dahulu membeli buah tangan. Sungguh liburan yang mengasikan
yang terekomendasi untuk dicoba dan rasanya jika ada kesempatan pasti
saya ingin mengunjunginya kembali.
* photo : dokumentasi pribadi
No comments:
Post a Comment