Mendengar nama kota Jayapura di Bumi Cenderawasih, Papua, dulu, sebelum saya menginjakan kaki ke kota ini, adalah hutan belantara, sepi, terasing, mencekam, gerakan separatis dan bayangan menyeramkan lainya. Nyatanya tidak semuanya benar, soal mencekamnya saya punya cerita ditulisan ini juga.
Jayapura seperti ibukota provinsi lain, ramai, macet, ada mall besar, ada hotel bintang 5 dan tempat makan yang enak, ini yang utama.
Jika berkunjung ke kota Jayapura, jangan lupa singgah dan nikmati lezatnya ikan mujair bakar, sudah tiga kali saya ke kota ini dan tidak ada bosannya saya untuk menikmatinya, beda dengan ikan di kota lain, mujair disini terasa segar dan lebih manis, kata penjualnya di ambil dari danau sentani, di padu dengan sambal rica-rica yang pedasnya menggoda lidah serta sepiring lalapan daun sinkong rebus, timun, ahh.. sungguh terasa nikmatnya.
Jangan tanya harga, karena itu sepadan dengan rasa, banyak tempat yang menyajikan menu ini, di belakang Mall Jayapura ada, atau di pinggiran laut dekat dermaga juga banyak restoran yang menyajikan menu ini.
Keindahan dan pesona alam kota Jayapura sungguh menakjubkan, begitu anda hendak turun dari pesawat setalah menempuh kurang lebih enam jam waktu normal perjalanan, menuju bandar udara sentani, pemandangan indah sudah dapat dinikmati, bukit bukit nan hijau mengelilingi danau sentani yang luas membentang.
Setelah mendarat di bandara cobalah sejenak melihat keindahan kota ini dari puncak MacArthur, tidak jauh dari bandara, amazing... itu yang saya rasakan.
Pemandangan yang menakjubkan bisa dilihat dari bukit yang menurut sejarah pernah disinggahi dan dijadikan markas tentara Amerika oleh Jenderal MacArthur. Kini tempat ini menjadi markas Kodam XVII Cenderawasih.
Sepanjang jalan menuju kota Jayapura, saya disajikan pemandangan danau sentani yang luas dan tepat berada di sisi jalan, banyak tempat yang bisa dijadikan spot untuk berphoto. Atau jika ingin menikmati segarnya air kelapa muda, bisa berhenti sejenak di skyland sambil menikmati pesona alam Papua.
Ingin melihat pesona kota Jayapura di malam hari, datanglah ke bukit bhayangkara atau ke jayapura city, maka yang terlihat adalah pemandangan kota yang indah layaknya di luar negeri, kerlap kerlip lampu yang mengelilingi bangunan rumah dan gedung gedung di pinggir teluk dan perbukitan sungguh memanjakan mata.
Sayang kamera dari handphone saya tidak bisa merekam dengan baik di malam hari, saya tampilkan gambar dari www.risalah.tv saja untuk menggambarkanya.
Ada pengalaman menarik dan menegangkan, saat saya mengunjungi kota ini, ketika saya hendak pulang menuju bandara, melewati sebuah gereja di bawah skyland, mobil yang kami tumpangi, singgah sejenak untuk mengambil gambar jembatan merah dari perbukitan yang tepat berada di belakang gereja yang sedang dibangun.
Karena tidak ada penjaga di pintu gerbang masuk, mobil yang saya naiki pun parkir di dalam komplek gereja, setelah berphoto ria, tiba-tiba mobil kami dihadang oleh tiga orang warga asli Papua yang bertampang seram dengan rambut khas gimbalnya, saat kami hendak keluar.
Dengan raut muka yang tidak senang, mereka meminta saya menghapus semua photo yang ada di handphone, karena dianggapnya telah lancang masuk ke lokasi itu, tanpa izin. Tak mau memperpanjang masalah, saya turuti saja kemauan mereka, seraya meminta maaf atas kejadian nyelonong masuk tanpa permisi tadi.
Beruntung saya bersama Bobby Wonna, teman asli orang papua, yang setia mengantarkan saya mengelilingi kota Jayapura, meskipun penjelasanya sepertinya tidak bisa diterima juga, akhirnya kami diperbolehkan untuk meninggalkan tempat itu, melewati gerbang, saya coba melihat dengan lebih teliti, ternyata ada tulisan "tamu wajib lapor", tertulis kecil diatas pos jaga. hemmmm... jangan ditiru yang begini.
Hendak mencari buah tangan untuk keluarga di rumah atau teman di kantor, banyak toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Papua, seperti batik papua, kue sagu, abon gulung papua, atau yang sedikit ekstrem sperti koteka... tapi jangan cari yang bekas ya haha.. banyak koq di jual disana.
Jangan lupa jadikan Papua sebagai salah satu destinasi wisata anda... very recomended dan jangan lupa untuk selalu bahagia.😀😀
Pemandangan yang menakjubkan bisa dilihat dari bukit yang menurut sejarah pernah disinggahi dan dijadikan markas tentara Amerika oleh Jenderal MacArthur. Kini tempat ini menjadi markas Kodam XVII Cenderawasih.
Sepanjang jalan menuju kota Jayapura, saya disajikan pemandangan danau sentani yang luas dan tepat berada di sisi jalan, banyak tempat yang bisa dijadikan spot untuk berphoto. Atau jika ingin menikmati segarnya air kelapa muda, bisa berhenti sejenak di skyland sambil menikmati pesona alam Papua.
Ingin melihat pesona kota Jayapura di malam hari, datanglah ke bukit bhayangkara atau ke jayapura city, maka yang terlihat adalah pemandangan kota yang indah layaknya di luar negeri, kerlap kerlip lampu yang mengelilingi bangunan rumah dan gedung gedung di pinggir teluk dan perbukitan sungguh memanjakan mata.
Sayang kamera dari handphone saya tidak bisa merekam dengan baik di malam hari, saya tampilkan gambar dari www.risalah.tv saja untuk menggambarkanya.
Ada pengalaman menarik dan menegangkan, saat saya mengunjungi kota ini, ketika saya hendak pulang menuju bandara, melewati sebuah gereja di bawah skyland, mobil yang kami tumpangi, singgah sejenak untuk mengambil gambar jembatan merah dari perbukitan yang tepat berada di belakang gereja yang sedang dibangun.
Karena tidak ada penjaga di pintu gerbang masuk, mobil yang saya naiki pun parkir di dalam komplek gereja, setelah berphoto ria, tiba-tiba mobil kami dihadang oleh tiga orang warga asli Papua yang bertampang seram dengan rambut khas gimbalnya, saat kami hendak keluar.
jembatan merah nun jauh disana
Dengan raut muka yang tidak senang, mereka meminta saya menghapus semua photo yang ada di handphone, karena dianggapnya telah lancang masuk ke lokasi itu, tanpa izin. Tak mau memperpanjang masalah, saya turuti saja kemauan mereka, seraya meminta maaf atas kejadian nyelonong masuk tanpa permisi tadi.
Beruntung saya bersama Bobby Wonna, teman asli orang papua, yang setia mengantarkan saya mengelilingi kota Jayapura, meskipun penjelasanya sepertinya tidak bisa diterima juga, akhirnya kami diperbolehkan untuk meninggalkan tempat itu, melewati gerbang, saya coba melihat dengan lebih teliti, ternyata ada tulisan "tamu wajib lapor", tertulis kecil diatas pos jaga. hemmmm... jangan ditiru yang begini.
Bobby Wona
Hendak mencari buah tangan untuk keluarga di rumah atau teman di kantor, banyak toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Papua, seperti batik papua, kue sagu, abon gulung papua, atau yang sedikit ekstrem sperti koteka... tapi jangan cari yang bekas ya haha.. banyak koq di jual disana.
Jangan lupa jadikan Papua sebagai salah satu destinasi wisata anda... very recomended dan jangan lupa untuk selalu bahagia.😀😀







Bang bagus banget blog nya. Keep blogging ya
ReplyDelete