Hari ini berobat ke puskesmas. Datang pagi-pagi setengah jam sebelum buka supaya tidak lama ngantri juga tidak terlalu telat sampai di kantor. Saya lihat nomor antrian sudah di angka sebelas, antrian dari printout mesin, yang kertasnya ditancapkan di paku, kalau ada pasien yang berobat bisa ambil sendiri.
Disebelahnya ada mesin informasi digital. Saya coba daftar langsung melalui mesin digital tersebut, setelah mengisi formulir isian di layar komputer touchsecreen, keluar kertas bukti pendaftaran. Saya terdaftar nomor dua. Lumayan menghemat waktu antrian.
Saat jam loket pendaftaran dibuka, petugas mulai memanggil nomor antrian. Antrian pertama seorang Ibu, dia bilang ke petugasnya kalau sudah mendaftar langsung melalui mesin informasi digital. Dijawab oleh petugasnya tidak perlu ke pendaftaran lagi, karena namanya sudah terdaftar untuk berobat hari ini. Lalu nomor antrian fungsinya untuk apa? ya untuk pasien yang mau daftar manual ke loket pendaftaran.
Contoh sederhana birokrasi. Sudah beli alat yang canggih supaya pasian bisa mudah dan simpel daftar langsung melalui mesin, tapi tetap diminta mengambil nomor antrian untuk daftar manual. Mesin informasi digital yang dibeli negara dengan harga yang mahal pun cuma jadi pajangan dan pencetak nomor antrian.

No comments:
Post a Comment