Thursday, November 3, 2011

Kuliah Mimpi




"Mau sekolah dimana nak, setelah kamu lulus nanti?" demikian pertanyaan Pak Bejo kepada Dul, anak kesayangannya.
"Saya mau melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi negeri Pak" Jawab Dul dengan mantap dan antusias.

"Memang bapakmu mau bayar pake apa buat melanjutkan kuliahmu?," Pak Bejo malah balik bertanya.
"Bapak ini gimana? ya pake uang lah, kan pemerintah sudah mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk pendidikan, nah dari anggaran itu kan kita enggak perlu bayar kuliah" jawab Dul dengan gaya meyakinkan.

"Itu kan teorinya pemerintah, kenyataannya gimana, boro-boro mau bantu buat kuliahmu, wong anggaran untuk BOS aja di sunat terus koq? gimana orang miskin seperti kita bisa menikmati sekolah gratis" Pak Bejo berkata setengah putus asa.
"Lho tapi kan Dul bisa mendapatkan beasiswa kalau sudah masuk kuliah nanti" Dul tak mau kalah optimis.

"Gimana mau dapet beasiswa, ujian aja kamu nyontek, memang tes UMPTN boleh nyontek, padahal sainganmu itu ribuan lho." Pak Bejo masih terus pesimis.

"Makanya Bapak itu selalu nasehatin kamu, sekolah yang bener, belajar yang serius dan tekun, sekolah bukanya "sangu" buku malah batu, mau jadi apa kamu?" Pak Bejo kembali mengingatkan si Dul.
"Ah bapak ini terlalu kolot, jangan samakan zaman bapak dengan anak muda sekarang, ini zaman modern pak" Dul masih mencoba memberikan argumentasi.

"Modern gimana? sekolah sering bolos, tawuran, itu yang dibilang modern, masih berseragam sekolah udah merokok, main ke diskotik itu yang dibilang hebat, sekolah aja belum tamat, sudah punya gelar "MBA" duluan itu yang jadi kebanggaan, mau di bawa kemana negeri ini, klo generasi mudanya seperti ini?" Pak Bejo berkata masih dengan nada pesimisnya.

"Tapi kata orang kalau kita tidak melanjutkan pendidikan maka kita akan jadi orang bodoh pak" Akhirnya si Dul mulai mengalah.
"Lebih baik kamu jadi orang bodoh, daripada kamu membodohi orang terus, di negeri ini sudah terlalu banyak orang pinter tapi pinter ngibuli orang, pinter membodohi rakyat, jadinya ya seperti ini, enggak maju-maju." Pak Bejo semakin berkata garang.

"Terus Dul harus gimana dong pak?" akhirnya Dul menyerah.
"Ya orang bodoh dan miskin seperti kita ini cuma bisa bermimipi, seperti kamu yang mimpi lulus SMU dan masuk perguruan tinggi buat kuliah, padahal SD aja kamu tidak TAMAT, daripada mimpi terus mendingan kamu cari rumput sono, kasihan sapi-sapimu yang cuma duapuluh ekor itu kalau sampai kekurangan makanan". Pak Bejo dan Dul pun tertawa bahagia.

*hanya ceracau kacau dalam rangka ikut menyemarakan hari pendidikan nasional... 

* ilustrasi: www.prpmakasar.wordpress.com

No comments:

Post a Comment