Anisa masih saja duduk di teras rumah, padahal hari telah menjadi gelap. Lembayung senja telah berubah menjadi pekat.
Di depan pintu, seorang perempuan paruh baya hanya berdiri mematung, memandang hampa ke arah jalanan yang sepi, berharap seseorang akan datang kembali.
Di depan pintu, seorang perempuan paruh baya hanya berdiri mematung, memandang hampa ke arah jalanan yang sepi, berharap seseorang akan datang kembali.
"Ibu, kenapa diam saja?, biasanya Ibu akan segera menyuruhku masuk, memintaku segera mandi dan menikmati makan malam bersama di meja makan" pekik Anisa, namun, suaranya hilang bersama hembusan angin malam.
Kini, seorang lelaki berdiri di belakangnya, memegang pundak dan mengajak perempuan paruh baya itu masuk ke dalam rumah.
"Sudahlah bu, kita ikhlaskan saja, supaya arwah Anisa bisa tenang di alam kubur sana."
gambar: www.my.opera.com

No comments:
Post a Comment