Wednesday, June 18, 2025

Gaji Penyiar Radio

 

                                                 gambar: https://www.istockphoto.com

Jika sedang berkendaraan sendiri, siaran radio selalu menjadi teman setia menulusuri kemacetan Jakarta. Menikmati lagu. Sambil mendengarkan celotehan penyiarnya. Menghibur sekali. Kadang diselingi update berita ringan dan trafik lalu lintas. Menambah khasanah informasi. Sehingga tidak ketinggalan berita yang sedang ramai dibicarakan.  

Selain itu siaran radio juga dipandu oleh penyiar-penyiar yang sudah terkenal. Yang suaranya khas terdengar di telinga. Banyak artis yang juga sukses menjadi penyiar radio. Ada Nino RAN, Asri Welas, Desta, Indy Barends dan yang lainya. Membayangkan artis yang juga menjadi penyiar radio. Dalam hati bertanya berapa para penyiar artis dibayar oleh pemikik  stasiun radio? 

Ternyata penghasilanya lumayan besar. Seperti dikutip dari Kompas. Gaji penyiar radio yang sudah memiliki jam terbang tinggi di jam-jam prime time bisa mencapai lima puluh juta rupiah sebulan. Hanya untuk siaran dua sampai tiga jam per hari. Penghasilan sebesar itu, mungkin sebanding dengan pendapatan pemilik radio dari iklan yang masuk.

Penghasilan penyiar radio seorang bintang, bisa lebih banyak lagi. Karena itu belum dari hasil main film, menjadi pembawa acara dan side job yang lain. Penghasilan penyiar radion ternyata bisa jauh lebih besar dari gaji bulanan dan tunjangan kinerja seorang ASN dengan jabatan eselon 1.

Tetapi apakah radio akan bisa terus bisa exis di era media hiburan dan informasi yang semakin mudah didapatkan dari smartphone. Setidaknya saya masih menjadi pendengar setia. Terutama jika sedang berada di jal lain. 

Jika ditanyakan ke generasi gen alpha, tentu mereka lebih tau dan memilih  youtobe, tiktok atau media sosial yang lainya, sebagai sarana untuk mencari sumber informasi dan hiburan, dibandingkan radio. Pada akhirnya bisa jadi, jika tidak ada sesuatu yang menjadi daya tarik bagi generasi gen alpha, radio pun akan sama nasibnya menjadi seperti koran dimasa kini. Semoga saja tidak.

No comments:

Post a Comment