Monday, May 26, 2025

Mesin Ganti ATM

 

 

 

                                                                 gambar: https://id.pngtree.com/

 

Teknologi digital memang sudah sedemikian majunya. Membuat banyak pekerjaan yang ribet dan menyusahkan menjadi mudah. Saya paling malas kalau ganti kartu ATM apabila sudah kadaluarsa masa berlakunya. Harus mencari kantor cabang bank yang bersangkutan. Belum lagi harus membawa buku tabungan, KTP dan tentu saja ATM yang sudah tidak berlaku tersebut.

Dikota besar mungkin kantor cabang sebuah bank bisa dengan mudah ditemui. Tapi jika anda tinggal di luar kota apalagi dikampung. Hem tentu sangat menyulitkan, harus mencari kantor cabang yang terdekat. Butuh effort khusus, hanya sekedar untuk mengganti kartu ATM yang sudah kadaluarsa atau mati. 
 

Wednesday, February 5, 2025

Cara Berhenti Merokok

 

 

sumber gambar: https://id.pngtree.com/

Soal berhenti merokok, perokok itu bebal. Mau dinasehatin orang tua, istri, anak, apalagi  sahabat dan tetangga, bahkan presiden pun tidak bakal didengar. Alasanya mulut asam, apalagi kalau sesudah makan. Padahal alasan saja. Adalagi yang beralasan kepala pusing, tidak fokus dan banyak alasan lain. Yang sebenernya itu hanya pembenaran dari sendiri saja.

Monday, February 3, 2025

Mesin Informasi Digital Antrian

 

gambar:https://prakom.com/mesin-antrian-puskesmas-klinik-bpjs/

Hari ini berobat ke puskesmas. Datang pagi-pagi setengah jam sebelum buka supaya tidak lama ngantri juga tidak terlalu telat sampai di kantor. Saya lihat nomor antrian sudah di angka sebelas, antrian dari printout mesin, yang kertasnya ditancapkan di paku, kalau ada pasien yang berobat bisa ambil sendiri. 

Disebelahnya ada mesin informasi digital. Saya coba daftar langsung melalui mesin digital tersebut, setelah mengisi formulir isian di layar komputer touchsecreen, keluar kertas bukti pendaftaran. Saya terdaftar nomor dua. Lumayan menghemat waktu antrian. 

Thursday, February 8, 2024

Air Susu Ibu


gambar: https://www.guesehat.com/


Makanan pendamping air susu ibu, atau biasa disebut dengan MPASI, seperti bubur bayi, buah-buahan yang lunak seperti pisang, merupakan penunjang gizi anak balita. Namun sesungguhnya ASI, adalah nutrisi utama bagi balita. Saya mencoba melalukan riset sendiri. Berdasarkan pengalaman pribadi, membandingkan perilaku anak-anak di rumah. 

Anak pertama hanya mendapatkan ASI sampai usia 3 bulan. Bulan ke 4, istri saya harus mengikuti diklat dari kantornya selama satu bulan, harus menginap. Wajib ikut. Jika tidak, dianggap mengundurkan diri. Masa itu pumping belum familiar.

Selama satu bulan, anak saya lebih sering minum susu formula, dibandingkan susu ibunya. Karena cocok, keterusan, minum susu sapi yang harganya mahal itu. Sampai usia 6 tahun lebih. Anak kedua, mendapatkan ASI penuh sampai dengan usia 2 tahun. 

Monday, February 5, 2024

Restoran Ibu


ilustrasi: cookpad.com

Jika sedang tidak dirumah, saya lebih suka makan di restoran biasa atau malah di pedagang kaki lima. Apalagi jika sedang di luar kota. Yang dicari adalah makanan khas daerah setempat. Merasakan keotentikan seporsi makanan, benar-benar dari asal daerahnya. Sudah barang tentu ada rasa yang khas. Yang bisa kita rasakan bedanya, dengan makanan sejenis ditempat lain. 

Program wisata kuliner di TV juga menjadi salah satu acara favorit saya. Walaupun jarang mencari tempat makan yang jadi rekomendasinya. Tapi senang aja melihat presenternya menikmati makanan dan memberikan rating atas makanan tersebut. Menahan air liur tidak jatuh.  

Jika terpaksa harus makan di mall, karena sedang ada keperluan atau bersama keluarga, akan memilih menuju ke restoran yang sudah pernah dikunjungi. Selain sudah tau rasanya juga sudah bisa memperkirakan budget yang harus dikeluarkan. Karena anak-anak pun biasanya jika ditanya mau makan dimana pasti restoran itu-itu saja yang dituju. 

Kampung Solor





Perjalanan menuju Kupang dari Jakarta harus ditempuh tiga jam menggunakan pesawat terbang. Saya harus berangkat dini hari dari rumah ke bandara karena pesawat yang saya tumpangi take off pada pukul 2.30 WIB, supaya bisa sampai di Kota Kupang pagi-pagi. 

Sudah dua kali saya mengunjungi provinsi yang terkenal dengan daerah yang tandus ini. Kesan ini langsung bisa dilihat saat pesawat hendak landing, bukit-bukit berbatu terlihat hampir menutupi daerah ini jika dilihat dari atas udara.

Saya ke Kupang dalam rangka tugas kantor selama empat hari, lumayan untuk bisa menikmati kota ini. Banyak tempat indah di NTT yang saya mimpi-mimpikan untuk didatangi, pulau komoda salah satunya, yang terkenal sebagai taman nasional tempat perlindungan komodo, kadal raksasa yang keberadaanya nyaris punah. Pun pulau pulau lain yang terkenal dengan keindahan dan pesona pantainya. Mungkin di lain waktu.

Saya justru turun ke lapangan melihat lokasi pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan RI dengan Timor Leste di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara yang berjarak sekitar 200 km dari Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi NTT dan dapat ditempuh sekitar 5 jam via jalur darat

Saturday, December 16, 2023

Olahraga Low Impact

 

                                gambar : https://images.app.goo.gl/KjpEFetL6k3vd4d79

 

Berolahraga low impact, lebih baik daripada tidak berolahraga, benar sekali, kalau saya tiap hari, menargetkan jalan kaki minimal 8.500 langkah, dokter menyarankan 10.000 langkah, saya turuti, pasang target segitu tiap hari, tercapai, tapi kaki jadi terasa pegel-pegel, badan rasanya cepet capek, mungkin karena efek serangan penyakit saraf yang terakhir. Pun sudah minum obat rutin juga.

Sekarang diturunkan lagi, menjadi 8.500 langkah. Mengikuti saran Bang Ade Rai di youtubenya, menurut Bang Ade alangkah lebih baik, olahraga yang low impact, seperti jalan kaki itu, dibarengi olahraga otot, yang ringan-ringan saja, seperti angkat dumbbell, mulai dari yang beratnya 1 kg, 3 kg atau 5 kg, senyamannya kita saja, lebih baik sebelum melakukan olahraga-olahraga yang ringan.

Hasilnya, kata temen-temen di kantor, sekarang saya terlihat lebih segar, padahal saya masih rutin berobat jalan, di dua rumah sakit yang berbeda, Alhamdulillah masih bisa pakai BPJS. Jadi tidak pusing mikirin untuk membayar biayanya.

Coba saja jika saya tidak menggunakan BPJS. Melainkan menggunakan fasilitas umum. Berapa biaya yang harus disiapkan setiap 2 minggunya.

Dulu perokok berat, jarang olahraga, makanan juga semaunya. Sekarang mencoba hidup sehat, tiap hari minimal olahraga ringan, jaga makanan, kualitas tidur dan isitirahat. Sehat itu, nikmat Allah yang tidak terkira, jangan tunda untuk hidup sehat, mumpung masih muda. Seperti Abah Dahlan Iskan yang masih bugar, meskipun usia sudah tidak muda lagi.

Monday, December 11, 2023

Haji Reguler


Umat Muslim sedang menunaikan ibadah haji

Berurusan dengan bank syariah, seingat saya baru sekali, saat buka tabungan haji reguler, tahun 2021, di Bank Syariah Mandiri, yang sekarang sudah merger menjadi Bank Syariah Indonesia, saya cek di daftar tunggu, ternyata 25 tahun. Lama sekali,

Jika diberi kesempatan dan umur panjang, setelah pensiun, baru bisa ke tanah suci. Agak menyesal, karena telat daftar, padahal saudara sudah menyarankan, mumpung masih muda, segera daftar haji, tapi apa daya, uang belum ada.

Sekedar saran, jika memang ada niat untuk melaksanakan ibadah haji, jangan ditunda-tunda, segera daftar ke bank syariah terdekat. Karena antriannya sungguh sudah sangat panjang. Setiap tahun, calon jamaah haji yang mendaftar semakin banyak, tetapi kuota haji tidak bertambah signifikan.

Pemilu OSIS

 



Praktik pemilihan langsung, sudah dijalankan oleh sekolah saya, sejak dulu, melalui pemilihan ketua OSIS. Tahun 1998, jaman masih sekolah di SMA, saat presiden, gubernur, bupati, dan walikota masih dipilih oleh anggota Dewan Perwilan Rakyat dan Daerah. Prosesnya, dimulai dengan penyaringan kandidat, dari perwakilan setiap kelas 2 (sekarang kelas 11), oleh panitia pemilihan. yaitu pengurus OSIS sebelumnya. Saya menjadi salah satu calon dari 5 calon yang berhasil di jaring oleh panitia.

Masing-masing calon melakujan kampanye, menyampaikan visi dan misinya, jika terpilih menjadi ketua OSIS, di tengah lapangan sekolah, yang biasanya dipakai, untuk upacara atau olahraga. Disiapkan mimbar. Layaknya pidato-pidato para calon presiden, ditonton oleh seluruh siswa dan guru, seru sekali. 

Semua kandidat berpidato, di elu-elukan, oleh pendukung, disorakin oleh pendukung lawan. Bahkan saling ejek. Untuk menjatuhkan mental. Tapi tidak sampai berkelahi. 

Thursday, September 10, 2020

Jurus Melawan Covid 19



gambar hanya ilustrasi


Hari ini adalah hari ketiga, setelah saya melakukan tes swab covid 19 yang kedua di RS. Pelni Jakarta Barat,  pembaca budiman tentu sudah tau, hasil tes swab saya yang pertama tanggal 24 Agustus 2020, yang satu hari setelah hari kelahiran saya itu, oleh dokter, berdasarkan uji laboratorium, saya  dinyatakan reaktif positif covid 19, jika ada pembaca  yang belum tahu kisahnya bisa dibaca disini

Jika berkenan membaca, pesan saya, siapkan tisu karena ceritanya penuh dengan drama, melebihi drama korea yang sedang digandrungi remaja, setengah remaja, sampai yang bukan remaja lagi, 😊😀😅. setidaknya begitu pesan yang saya terima  melalui whatshap, teman saya mewek setelah membaca kisahnya, terima kasih banyak Ya Allah masih banyak teman-teman yang menyayangi saya.

Saya dibuat dag dig dug, karena sampai siang belum memperoleh kabar hasil tes swab kedua, rasanya masih trauma dengan hasil tes pertama, padahal semenjak pagi saya sudah meminta info, melaui nomor khusus informasi hasil tes drive thru RS. Pelni, menanyakan hasil tes saya hari senin lalu. Saya memeilih RS. Pelni karena biaya tes nya paling murah, dibandingkan dengan tempat lain, dengan metode yang sama. 

Saturday, September 5, 2020

Melawan Virus Corona


gambar hanya ilustrasi


Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke- 75 baru saja dilalui, karenanya judul perjuangan yang saya gunakan diatas, masih menggambarkan nuansa kebatinan dari true story yang saya tuliskan berikut ini. 

Hari kamis tanggal 27 Agustus 2020 sekira jam 12 malam saya terbangun dari tidur,  ada panggilan masuk di handphone istri saya, teman staf dikantor menelepon dan mengabarkan bahwa atasan saya semenjak tadi malam berusaha menghubungi  namun tidak diangkat dan dijawab, saya baru tersadar bahwa handphone dalam posisi silent selepas sholat Isya di masjid kantor, sampai di rumah jam 9 malam, lalu karena kecapean saya pun tertidur. Benar saja setelah saya cek handphone, ada beberpa panggilan masuk yang tidak terjawab termasuk dari bos saya tadi.

Tuesday, September 11, 2018

Bukan Laskar Pelangi



Bukan Laskar Pelangi 


Mendengar Bangka Belitung, pasti yang terlintas di kepala adalah cerita laskar pelangi, novel dan film yang sangat populer, buah karya Andrea Hirata. 

Bukannya tidak menarik, tapi dua kali saya mengunjungi Bangka Belitung, tidak ada kesempatan untuk sampai di kota Belitung haha.., kampungnya anak laskar pelangi, yang digambarkan di film memiliki pantai pasir putih yang indah, dikelilingi bebatuan besar yang tinggi menjulang, semoga saja di lain kesempatan, jadi bisa nulis tentang Belitung. 

Babel, provinsi pecahan dari Sumatera Selatan, memang terdiri dari dua pulau besar, Bangka dan Belitung selain pulau pulau kecil yang mengelilinginya. Pangkalpinang, ibukota nya, tergolong masih sepi, dibandingkan ibukota provinsi lain di Sumatera. 

Jalanan tidak semacet di Jakarta, cukup ramai tapi tidak terlalu padat, meski sudah banyak hotel berbintang di kota ini. Cerita teman saya, Hotel disini penuh saat musim sembahyang kubur atau Ceng Beng tiba, ritual bagi warga keturunan Tionghoa untuk para leluhur, yang rutin di lakukan di bulan april. 

Saturday, September 8, 2018

Menikmati Pesona Papua




Mendengar nama kota Jayapura di Bumi Cenderawasih, Papua, dulu, sebelum saya menginjakan kaki ke kota ini, adalah hutan belantara, sepi, terasing, mencekam, gerakan separatis dan bayangan menyeramkan lainya. Nyatanya tidak semuanya benar, soal mencekamnya saya punya cerita ditulisan ini juga.

Jayapura seperti ibukota provinsi lain, ramai, macet, ada mall besar, ada hotel bintang 5 dan tempat makan yang enak, ini yang utama.


Saturday, July 21, 2018

Si Doellah Anak Rangkat: Gara-gara Semur Jengkol

Kagak ada juntrungannya, pulang dari malam mingguan, Doellah jadi melow banget sikapnya. Seisi rumah kontan jadi heran, Mak Saodah ngeliat anak kesangannya murung, jadi ikutan bingung.

"Dul cerita, lo kenape?, kagak ada angin ribut, tiba-tiba lo jadi begini?,"

"Kagak ada ape-ape Mak."

"Terus kenape lo jadi kayak ayam sayur gitu?,"

"Mak, Dul diputusin lagi." akhirnya Doellah keceplosan juga.

"Ape yang diputisin? bilang sama Emak, biar nanti disambungin lagi."

"Benang kali Mak, pake acara disambung lagi, Dul diputusin pacar Mak, pacar."

"Perempuan mane yang berani mutusin lo Dul ?, biar babeh yang turun tangan" Babeh Helmi, babehnya Doel ikut menimpali.

"Hei Bang, jangan coba-coba cari kesempatan ye," Mak Saodah langsung meradang.

"Lah, lo ini Mak, curige aje bawaanye."

Babeh Helmi nyautin enggak kalah garangnye.

"Maka disinilah aku sendiri sekarang menatap cakrawala, dan menitipkan do'a yang penuh harapan untuk esok." Doellah ngomong sendiri melihat babeh sama emaknya mulai bersitegang.

"Halah lebay amat lo dul, baru diputusin pacar aja, berasa dunia udah mau kiamat."

"Lo ini ya Bang, anak lo lagi galau malah dibilang lebay, kagak ada empatinya, emang lu babeh paling unyu di Desa Rangkat" kebanyakan nonton sinetron, Mak Saodah jadi hapal diluar kepala istilah anak ABG.

"Eh, by the way busway, emang ape penyebabnye lo diputusin ame pacar lo, Dul?,"

Mak Saodah nyerocos lagi.

"Gara-gara semur jengkol buatan emak."

"Eh jangan sembarangan lo ye, apa hubungannya semur jengkol buatan Mak ame putus memutus pacar?."

Meskipun tak tega, akhirnya Dul cerita juga, tragedi yang menimpanya malam itu.

****

Tuesday, July 17, 2018

Si Doellah Anak Rangkat: Bini Muda

Doellah emang kebangetan, biar kata usia udah tidak muda lagi, tapi nyali tetep aja ciut. Apalagi kalau udah masalah perempuan. Entah udah berapa kali, temen ataupun keluarga, yang ngenalin, tapi tetep aja kagak ada yang nyantol. Perkaranya bukan Doellah kagak demen ama cewek-cewek yang dikenalin sama dia, tapi emang dasar Doellah pria penakut, kebanyakan mikir, selalu  aja bingung harus memulai dari mana biar bisa akreb sama perempuan.

Emang soal yang beginian kagak ada sekolahnya, buktinya si Rizal sohib karibnya yang udah jadi sarjana, juga nasibnya sebelas duabelas, sama-sama selalu gagal dalam percintaan. Biar kata Rizal udah sukses jadi pegawai, tapi tetep aje nasibnya sama ama Doellah.

Monday, July 16, 2018

Si Doellah Anak Rangkat: Nyari Jodoh

Namanya Doellah panjangnya Abdoellah bin Helmi, anak sulung pasangan Babeh Helmi dan Mak Saodah, pemuda Desa Rangkat yang umurnya udah boleh buat menikah, tapi boro-boro mau menikah, pacar aja dia belum punya. Jadi bujang yang tak laku, itu yang bikin babeh dan enyaknya mulai was-was, soalnya si Doellah udah mulai masuk ke usia kritis setidaknya begitu menurut Mak Saodah, maklum usianya yang udah di atas kepala tiga.

Sebenarnya bukannya Doellah tidak mau menikah, dia sendiri  selalu inget pesen guru ngajinya, kata sang kiyai kalau jadi laki-laki itu belum mengerjakan sunah Rosul sepenuhnya kalau belum menikah. Tapi ya mau gimana lagi, sifat pemalu dan tidak pedenya itu yang bikin Doellah susah banget cari calon pendamping hidup.

Friday, June 29, 2018

Wisata Asik di Pasar Terapung Lok Baitan




Banjarmasin adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan, kota yang dijuluki dengan nama kota seribu sungai ini sudah dua kali saya kunjungi dan saya tidak pernah bosan untuk berkunjung lagi, tentu jika ada kesempatan dan tugas. Ada mitos  disini, ketika seseorang minum air dari aliran sungai di Kalimantan, maka ia akan kembali dan kembali lagi. Percaya tidak percaya nyatanya saya sudah dua kali ke Banjarmasin.

Saya punya pengalaman menarik di kota ini, mengunjungi pasar terapung Lok Baitan di sungai Martapura. Pasar terapung memang sudah menjadi tradisi yang menjadi kearifan lokal. Cara berdagang yang unik untuk masyarakat Banjar, yakni jual beli barang di atas sampan, bahkan konon masih berlaku sistem barter, wow tradisi leluhur yang tidak ditinggalkan oleh masyarakat.

Saya harus bangun pagi pagi supaya bisa ke pasar terapung. Jam 4 pagi saya sudah siap di lobby hotel, teman saya Ahung, sudah dalam perjalanan, sebelumnya saya meminta dia untuk mengantarkan saya kesana.  Lalu kami pun berangkat menuju semacam “dermaga” kecil, tempat kami naik klotok sejenis perahu kecil yang bermesin menuju Lok Baitan, ditengah perjalanan kami singgah sebentar untuk sholat shubuh.

Monday, June 4, 2018

Menulis tentang Indonesia


Ilustrasi Wisata Indonesai sumber: www.cermati.com

Judul kalimat diatas mungkin berlebihan, kata anak jaman now lebay.., sudah lama sekali rasanya tidak menulis, membuat rindu untuk bercerita tentang berbagai hal, walaupun sekedar tulisan remeh temeh. Sebenernya banyak hal yang bisa dijadiin bahan buat mulai nulis lagi.

Misalnya kunjungan saya ke berbagai kota di Indonesia, ya bukanya mau sombong, karena kesombongan itu sebenarnya hanya milik Gusti Allah hehe,  hampir seluruh ibu kota provinsi di republik ini sudah pernah saya datangi, bahkan ada beberapa kota yang lebih dari sekali di singgahi, tapi namanya hampir sudah pasti ada yang belum dikunjungi.

Wednesday, June 24, 2015

Ayo Menulis ( Lagi ) !!





Lama banget blog ini ditinggal sama pemiliknya.. sudah setahun lebih karena terakhir posting tanggal 2 Januari 2014, males nulis jadi alasan utamanya, sudah setahun lebih gw gak pernah nulis lagi. Biasanya sesibuk-sibuknya dengan urusan kerjaan masih bisa nyempetin nulis, walaupun sebulan mungkin cuma sebiji hihihi..

Padahal banyak banget  bahan yang bisa dijadiin tulisan ya walaupun dengan tulisan seadanya, asal bermanfaat tentu banyak yang mau baca, sempet kaget juga liat viewer blog ini dari statistik, eh ternyata udah sampe digit sepuluh ribuan, bagi gw ini sesuatu banget, karena awal blog ini dibuat cuma di ada ratusan viewer dalam  kurun beberapa bulan, itupun udah sama yang yang punya blog yang liat hahaha.. males blogwalking sepertinya jadi penyebab utamanya, kalau soal materi isi blog sih sebenarnya relatif aja, karena sepengetahuan gw banyak koq blog-blog lain yang materinya biasa aje tapi viewernya bejibun hehe..

Tapi menulis kan niatnya bukan cuma nyari viewer yaks.. yang penting nulis apa aja bisa uneg-uneg yang mengganjal di hati atau yang agak beratan mungkin realitas sosial di sekiling kita, yang kali aja  setelah dituangkan dalam bentuk tulisan bisa bermanfaat buat orang lain.
Baiklah sekedar tulisan pembuka dengan harapan untuk memulai tulisan tulisan berikutnya.. amin.

"James Pennebaker, Ph.D. dan Janet Seager, Ph.D dalam Jurnal Clinical Psychology melaporkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memiliki kekuatan untuk memberi dampak positif pada tubuh kita secara fisik."

Thursday, January 2, 2014

Kebahagian di Akhir Tahun 2013 dan Harapan di Awal Tahun 2014




Tidak terasa tahun 2013 telah berlalu berganti menjadi tahun 2014,  lika liku hidup telah dijalani sampai akhir tahun ini. Ada cerita bahagia, getir dan duka, berbaur menjadi satu, semua menjadi bagian dari sejarah perjalan panjang kehidupan. Banyak cerita bahagia disepanjang tahun ini, namun ada dua kisah bahagia saja yang ingin saya bagikan dengan harapan ada hikmah yang bisa diambil dari cerita ini.

Kebahagian pertama saya adalah keponakan saya menikah di akhir tahun 2013 ini, hei.. menikah kan cuma kebahagiaan biasa, oh bagi saya tidak, karena ada cerita panjang yang mengulir di belakangnya. Keponakan saya tersebut menikah dalam usia yang bagi sebagian orang sudah melewati batas umurnya. Ya, sebagai keluarga besar saya dilahirkan sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara, sehingga saya harus menerima takdir bahwa umur saya hanya berjarak satu tahun dengan keponakan saya tersebut, sedangkan saya sudah menikah lima tahun yang lalu dalam usia yang menurut pandangan agama yang saya anut adalah usia yang sudah lebih dari cukup ( more than twenty-five years) dan telah dikarunia seorang anak yang sehat.

Menjadi beban tersendiri bagi  anak pertama dari kakak laki-laki saya yang kedua tersebut, setidaknya menurut pandangan saya selama ini,  adalah karena dia  seorang perempuan. Ya perempuan, yang lebih banyak menunggu datanngya seorang arjuna untuk menjadi pendamping hidupnya. Dia adalah seorang pejuang dan pekerja keras, saya tahu itu, dibuktikan dengan ia mampu menyelesaikan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta dengan usahanya sendiri sambil bekerja di kantin kampus tempat ia menuntut ilmu,  karena orangtuanya di kampung sana hanya berasal dari keluarga biasa, bekerja sebagai petani dan penjahit musiman.